Aku membohongimu ......
bahwa aku tidak mungkin tidak seperti bank,
yang sempat kau sematkan juga dalam dirimu;
mengharapkan bunga dari peluh yang sengaja diperjuangkan,
Aku membohongimu ......
bahwa aku telah menyediakan hati yang utuh untukmu,
tidak mungkin, sementara aku adalah bagian dari hati yang remuk itu,
melantangkan bahwa hati ini mampu menyanggamu,
itu bohong!!!
menyadari bahwa hatimu telah berpaku halus dan lembut,
itupun baru sekarang,,
bodoh, benar-benar bodoh ......
berantuk dengan hati yang sudah terlanjur mulia,
itulah hatimu ......
cukup untuk membuatku paham bahwa
tidak ada andil bagiku untuk kembali meminta hatimu,
Seorang kakak yang dengan kesantunannya menasehati adiknya, tanpa harus berkata 'jangan' atau 'tidak' tapi cukup dengan kata 'tafadhol win saja'
Kenapa? karena dengan sebaris nasehatnya, dia membuatku tahu bahwa aku punya akal dan hati untuk menentukan bagaimana seharusnya bersikap.
bahwa aku tidak mungkin tidak seperti bank,
yang sempat kau sematkan juga dalam dirimu;
mengharapkan bunga dari peluh yang sengaja diperjuangkan,
Aku membohongimu ......
bahwa aku telah menyediakan hati yang utuh untukmu,
tidak mungkin, sementara aku adalah bagian dari hati yang remuk itu,
melantangkan bahwa hati ini mampu menyanggamu,
itu bohong!!!
menyadari bahwa hatimu telah berpaku halus dan lembut,
itupun baru sekarang,,
bodoh, benar-benar bodoh ......
berantuk dengan hati yang sudah terlanjur mulia,
itulah hatimu ......
cukup untuk membuatku paham bahwa
tidak ada andil bagiku untuk kembali meminta hatimu,
terlalu mulia, telalu halus ......
itulah hatimu,
maaf, bila pagimu sempat terbuat berantakan,
samarnya pemahamanku tentang hatimu,
karena aku belum cukup waktu mengenalimu.
itulah hatimu,
maaf, bila pagimu sempat terbuat berantakan,
samarnya pemahamanku tentang hatimu,
karena aku belum cukup waktu mengenalimu.
***
Seorang kakak yang dengan kesantunannya menasehati adiknya, tanpa harus berkata 'jangan' atau 'tidak' tapi cukup dengan kata 'tafadhol win saja'
Kenapa? karena dengan sebaris nasehatnya, dia membuatku tahu bahwa aku punya akal dan hati untuk menentukan bagaimana seharusnya bersikap.
Komentar
Posting Komentar