makilah sesukamu,
terimakasih, atas ketegasan bahasamu
yang menyadarkan siapa aku...
berhenti mengagumimu,
tidak berarti menghilangkan rasa hormatku padamu...
semua yang terkira olehmu, bahwa itu salah,
silahkan....
toh, pada nyatanya;
pagar yang berdiri itu telah roboh,
kini, berubah menjadi tebing yang sangat tinggi,
membuatku mengerti bahwa akulah yang paling datar
diantara yang menanjak tajam,
memahamkan aku bahwa akulah yang paling berdebu
diantara yang mengkilat....
terimakasih, atas ketegasan bahasamu
yang menyadarkan siapa aku...
berhenti mengagumimu,
tidak berarti menghilangkan rasa hormatku padamu...
0 komentar:
Posting Komentar