Ia yang memilih buta, jika ketulusannyaa disetarakan dengan lembaran merah, biru yang sering mereka sebut uang; yang rela menjadikan pagi dan siangnya hanya untuk memastikan bahwa prajurit yang ditempanya tak gentar menghadapi teriknya badai dan gemuruhnya perang masa depan.
Pangkuan, dekapan dan pelukan lembutnya memberikan ruh ksatria bagi jiwa muda yang bergegas memijakkan langkahnya untuk bumi yang telah membesarkan namanya. Mendayung arus pergantian generasi dari abad ke abad; siaga mempertaruhkan nyawanya demi beralihnya tongkat peradabann dunia.
Srikandi itu, sebutlah ia IBU,
Pangkuan, dekapan dan pelukan lembutnya memberikan ruh ksatria bagi jiwa muda yang bergegas memijakkan langkahnya untuk bumi yang telah membesarkan namanya. Mendayung arus pergantian generasi dari abad ke abad; siaga mempertaruhkan nyawanya demi beralihnya tongkat peradabann dunia.
Srikandi itu, sebutlah ia IBU,
0 komentar:
Posting Komentar