Kerinduan itu adalah sebatas kau mampu mengungkapkannya, dan semuanya akan selesai.
Merindukan masa bebas-bebasnya menjadi seorang yang pethakilan, ubeg, penjelajah dan merdeka.
Tidak akan ada orang yang seenaknya sendiri memuji, mengatakan cinta, dan yang paling penting tidak terbebani harus selalu tampil baik, sempurna dan bla bla bla. Inilah hidup yang merdeka............
Opini manusia kebanyakan itu: mematikan. Bahkan kadang dari orang-orang yang sering menyebut diri mereka menyayangi kita.
"dan menangis tanpa ada orang yang tahu adalah kedamaian"
Mungkin, orang kebanyakan akan mengatakan: "kamu ini aneh". "Anda ini lucu". "kamu ini gila!"
it's up to you... itu terserah mereka. Bukankah yang menjadi adalah diri sendiri.
"Bergantung di akar yang lapuk" mungkin ini peribahasa yang agaknya cocok untuk kasus ini. Bukankah, sama-sama manusia, lantas kenapa harus mengeluh pada sesama manusia yang kekuatannya tidak jauh beda. Jika percakapan antar pohon sempat terekam, mungkin akan menjadi pelajaran yang berharga.
Pohon tumbang: "aduuh, aku jatuh. Akarku tak mampu menopang beban tubuhku. Bagaimana ini?"
Pohon (masih) tegak : "aku pun akan bernasib sama sepertimu: tumbang. hanya menunggu waktu saja"
Pohon tumbang: "kau ini! kenapa tidak mau tahu tentang keluhanku. Jelas-jelas kau masih berdiri tegak, malah berharap akan tumbang seperti aku"
Pohon (masih) tegak : "tidak ada milik dan pemilik selain Allah, mbang" *tere
kenapa kita harus mengeluhkan takdir yang dinyatakan Allah, bahwa itu lebih baik untuk kita. Allah Maha Tahu, tentang diri kita. Bahkan lebih dekat dari urat nadi kita. Berprasangka baiklah kepada Dzat yang telah memberimu kehidupan"
Pohon tumbang: "kau benar, gak!" Allah telah meringankan hati-Nya memberikan semua kemuliaan hidup ini kepada kita. Dikenal menjadi paru-paru oksigen manusia. Ya, manusia tanpa ciptaan Allah yang berbentuk: kita/ pohon, mereka akan berdesak-desakan berburu oksigen"
Pohon (masih) tegak : "Ya, sekarang giliranmu untuk digergaji untuk dijadikan tiang penopang gubuk mereka sebagai pelindung dari panas dan hujan"
Pohon tumbang: "tidak masalah, gak!" yang penting aku bisa bermanfaat bagi sesama makhluk Allah di dunia. ^^ "
Pohon (masih) tegak: "hahah, ok. tunggu aku di ke abadian ya" *buncit
Merindukan masa bebas-bebasnya menjadi seorang yang pethakilan, ubeg, penjelajah dan merdeka.
Tidak akan ada orang yang seenaknya sendiri memuji, mengatakan cinta, dan yang paling penting tidak terbebani harus selalu tampil baik, sempurna dan bla bla bla. Inilah hidup yang merdeka............
Opini manusia kebanyakan itu: mematikan. Bahkan kadang dari orang-orang yang sering menyebut diri mereka menyayangi kita.
"dan menangis tanpa ada orang yang tahu adalah kedamaian"
Mungkin, orang kebanyakan akan mengatakan: "kamu ini aneh". "Anda ini lucu". "kamu ini gila!"
it's up to you... itu terserah mereka. Bukankah yang menjadi adalah diri sendiri.
"Bergantung di akar yang lapuk" mungkin ini peribahasa yang agaknya cocok untuk kasus ini. Bukankah, sama-sama manusia, lantas kenapa harus mengeluh pada sesama manusia yang kekuatannya tidak jauh beda. Jika percakapan antar pohon sempat terekam, mungkin akan menjadi pelajaran yang berharga.
Pohon tumbang: "aduuh, aku jatuh. Akarku tak mampu menopang beban tubuhku. Bagaimana ini?"
Pohon (masih) tegak : "aku pun akan bernasib sama sepertimu: tumbang. hanya menunggu waktu saja"
Pohon tumbang: "kau ini! kenapa tidak mau tahu tentang keluhanku. Jelas-jelas kau masih berdiri tegak, malah berharap akan tumbang seperti aku"
Pohon (masih) tegak : "tidak ada milik dan pemilik selain Allah, mbang" *tere
kenapa kita harus mengeluhkan takdir yang dinyatakan Allah, bahwa itu lebih baik untuk kita. Allah Maha Tahu, tentang diri kita. Bahkan lebih dekat dari urat nadi kita. Berprasangka baiklah kepada Dzat yang telah memberimu kehidupan"
Pohon tumbang: "kau benar, gak!" Allah telah meringankan hati-Nya memberikan semua kemuliaan hidup ini kepada kita. Dikenal menjadi paru-paru oksigen manusia. Ya, manusia tanpa ciptaan Allah yang berbentuk: kita/ pohon, mereka akan berdesak-desakan berburu oksigen"
Pohon (masih) tegak : "Ya, sekarang giliranmu untuk digergaji untuk dijadikan tiang penopang gubuk mereka sebagai pelindung dari panas dan hujan"
Pohon tumbang: "tidak masalah, gak!" yang penting aku bisa bermanfaat bagi sesama makhluk Allah di dunia. ^^ "
Pohon (masih) tegak: "hahah, ok. tunggu aku di ke abadian ya" *buncit
لا يُكَلِّفُ اللَّهُ
نَفْسًا إِلا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَ
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya"........
QS. Al-Baqarah:
QS. Al-Baqarah:
Komentar
Posting Komentar