Langsung ke konten utama

Postingan

Memilih Pulih

Apa yang dilihat mata, kadang memang  belum tentu yang sebenarnya,  Maka akal sehat ada,  untuk menyangkalnya.  Beruntung, ada ia yang membantu  hingga prasangka itu sempat menjadi buntu.   Sayangnya, kisah, akhirnya menagih waktu,  Pelan-pelan banyak cerita menyatu,  Hingga kata terangkai, terdesak ia mengaku. Mungkin tersudut & terpojokkan. menjadi merana, sebab batas yang ia abaikan.  Jiwanya koyak, batinnya tak lagi aman.  Baginya, setiap pesan adalah ancaman.  Sisi lain,  Luapan amarah yang terbingkai dalam baris kalimat panjang justru membuat luka,  nasehat tak sanggup menyentuh dada.  ia menjadi patah asa, hingga nyata memberinya tanda.  Tak lagi mengganggu yang dikasihi,  dengan tajamnya kata.  Nampak tak lagi menyakitinya,  tapi mengungkitnya dalam tulisan panjang di beranda. Apa bedanya?  Beralasan ia juga punya luka,  yang menuntut disembuhkan.  bukan tentang cela yang...
Postingan terbaru

Sebelum Bernama

  GERBANG RASA   Tulisan ini tidak lahir dari satu peristiwa besar, melainkan dari hal-hal kecil yang terlalu sering dibiarkan berlalu karena tidak punya nama.   Ia tumbuh dari jarak yang mula-mula terasa wajar, dari kebersamaan yang disebut aman, dari diam yang dianggap cukup untuk menjaga banyak hal agar tetap utuh. Di halaman-halaman ini, tidak ada tuduhan yang lantang. Yang ada hanyalah catatan seorang saksi— tentang batas yang pelan-pelan menjadi samar, tentang kepedulian yang menjadi beban, tentang kelelahan menahan sesuatu yang seharusnya tidak ditanggung sendirian.   Ini bukan kisah tentang benar dan salah yang hitam-putih. Ini adalah kisah tentang “hampir”, tentang niat yang tidak selalu jahat namun berani berdiri terlalu dekat dengan jurang. Tentang kata-kata baik yang kadang dipakai untuk menenangkan nurani, bukan menghentikan langkah.   Tulisan ini juga bukan tentang mereka. Ini tentang seseorang yang belajar ...

Menguji Ikhlas di Bulan Juli

Ujian sabar menjadi hal biasa di tahun 2020, dari menunda keinginan mudik dan tidak bertemu dengan keluarga besar, tidak ada kegiatan apalagi pertemuan, segalanya mengalami pembatasan.  Berbagai kekhawatiran dan ketakutan terjadi di awal-awal masa pandemi. Satu dua temuan kasus positif begitu menakutkan pada awalnya. Hingga waktu bergulir, sepuluh dua puluh hanyalah menunjukkan sebuah angka. Rasa percaya perlahan menghilang, lalu kembali menguat mana kala kerabat dan teman dekat begitu merasakan sakit yang begitu hebat. Kondisi sempat mengalami pasang surut diukur dari fluktuasi kasus penyebaran virus covid-19.  Setahun berlalu menuju 2021, pagebluk belum berakhir. Pembatasan mobilitas kegiatan masyarakat masih berlaku. Di pertengahan tahun, varian baru bernama Delta muncul dan menyebar dengan dahsyatnya. Juli di tahun 2021, berita duka terjadi setiap hari berturut-turut. Kerabat, teman dekat dan orang2 ...

Sing Lumrah

Angudi lathi anggone ngracik ukara ngalembana lan mbebungah ati, anyingkiri tetembungan, kang bisa milara ati. Geneya, nalika padha ngendika ora nganggo duga kira, paugeran disasak, mblarah tekan mrana-mrana. Kamangka, yen wong gawe luput, kuwi rak ya lumrah, ora gage-gage nibakke pangipat-ipat "Dadiya banyu ora gelem nyawuk, dadiya godhong ora bakal nyuwek." Dudu kaya mengkono, sing diarani paseduluran ya, ngger. Samirono, 23 Februari 2020

Ketidak-lengkapan

Tentang bagaimana, ketidaklengkapan itu menjadi sebuah aib  di mata manusia, perbincangan yang membuat kering, dan terus menyiksa batin, seolah hilang sudah rasa belas kasih dan prihatin. Standar kemuliaan, yang tak lagi hadirkan sisi kemanusiaan, seolah ketidaklengkapan itu, layak dijadikan bahan candaan, tanpa peduli dan menoleh pada apa yang ia rasakan, sepi dalam kesendirian, sendiri dalam kesepian, sendiri menaklukkan kesepian.

Menjadi Harapan

Di pertengahan tahun 2019 kemarin, ada yang baru dalam catatan perjalanan mengajar saya. Takdir Allah mempertemukan saya dengan seorang siswa yang istimewa. Keistimewaan yang dia miliki adalah tidak bisa mendengar atau kebanyakan kita menyebutnya tuli. Karena keterbatasannya dalam mendengar, maka dia kesulitan untuk berbicara atau dengan kata lain dia bisu. Sebuah paket keistimewaan yang komplit dan tidak bisa saya bayangkan betapa tabahnya kedua orangtuanya kala mengetahui kondisi anaknya itu. Saya terkejut mana kala saya baru mengetahuinya setelah pertemuan pertama mengajar di kelas itu, setidaknya jika saya mengetahuinya lebih awal sebelum proses pembelajaran dimulai, saya bisa mempersiapkan diri dan mempersiapkan materi yang sesuai untuk anak itu. Tapi apa boleh dikata, kenyataannya saya baru mengetahuinya setelah pertemuan yang pertama. Saya membiasakan siswa-siswa saya ketika dipresensi untuk menjawab, “Dalem”, “Kula”, “Wonten, Bu” sembari mengangkat tangannya. Karena bas...

Berkah Tahun 2020 itu Bernama,

Pada awal musim penghujan ini, ketika kita terpaksa harus melewati jalan yang banyak pohon jati di sekelilingnya, maka kita harus waspada dan menyiapkan mental yang cukup kuat. Bukan apa-apa, hanya saja kita akan menghadapi kawanan gegremet yang akan cukup membuat histeris jika mereka (ulat jati) berhasil menjatuhkan diri lalu menempel di baju kita. Tidak hanya menggelikan atau bahkan menjijikkan, tetapi juga mereka akan meninggalkan sebuah kenangan yang berupa noda di baju kita, kami orang Jawa sering menyebutnya oweh uler. Bagi sebagian masyarakat Gunungkidul, musim ulat jati ini adalah sebuah berkah bagi mereka. Karena tak lama setelah itu, ulat yang semula menjijikkan itu akan menghasilkan pundi-pundi rupiah mana kala sudah berubah menjadi kepompong ( enthung ). Kandungan protein yang tinggi dan rasa yang lezat bagi para penikmatnya, menjadikan harga jual enthung jati ini cukup mahal. Di awal tahun 2019, harga enthung  jati pernah mencapai Rp 120.000/kg mengalahkan harga ...