Kamis, 25 Desember 2025

Tidak Seimbang

Ku kira kita sangat dekat. Akan selalu ada ruang pemakluman untuk segala kekeliruan & kesalahpahaman yang terjadi.Ternyata tidak, aku sangat pemarah &  pencemburu.

Dadaku sesak & sakit sekali, manakala melihatmu lebih dekat dengan yang bukan aku. Dan ceritamu menjadi lebih menarik dibanding denganku. 

Aku cemburu berkali-kali, bahkan hanya soal pamit saat kamu hendak pergi. Apalagi bertanya dengan siapa, tentu aku tidak sekuat itu. Aku merasa kamu sudah terbiasa tanpaku. Dan tentu aku sedih sekali. Berpikir bahwa kamu membuatku sendiri dan merasa sepi.

Lama, mengajari diriku sendiri untuk menerima. Sampai aku meyakinkan diriku bahwa, aku juga harus berlatih agar terbiasa tanpamu. Karena melihatmu biasa saja tanpaku, aku menjadi semakin gigih.

Butuh waktu yang tidak sebentar, memang. Tapi sekarang, aku lega. Akhirnya aku bisa terbiasa tanpamu. 

Maaf ya, membebankan segala kecewa & amarah kepadamu. Ya, karena aku mengira kita sangat dekat. Tapi aku salah, ternyata kita tidak seimbang. 

Dan akhirnya begini lebih baik, aku tidak akan lagi bergantung padamu. Selamat berpisah, semoga tenang bahagia menyertaimu.

Senin, 19 Juli 2021

Menguji Ikhlas di Bulan Juli

Ujian sabar menjadi hal biasa di tahun 2020, dari menunda keinginan mudik dan tidak bertemu dengan keluarga besar, tidak ada kegiatan apalagi pertemuan, segalanya mengalami pembatasan.  Berbagai kekhawatiran dan ketakutan terjadi di awal-awal masa pandemi. Satu dua temuan kasus positif begitu menakutkan pada awalnya. Hingga waktu bergulir, sepuluh duapuluh hanyalah menunjukkan sebuah angka. Rasa percaya perlahan menghilang, lalu kembali menguat mana kala kerabat dan teman dekat begitu merasakan sakit yang begitu hebat. Kondisi sempat mengalami pasang surut diukur dari fluktuasi kasus penyebaran virus covid-19. 

Setahun berlalu menuju 2021, pagebluk belum berakhir. Pembatasan mobilitas kegiatan masyarakat masih berlaku. Di pertengahan tahun, varian baru bernama Delta muncul dan menyebar dengan dahsyatnya. Juli di tahun 2021, berita duka terjadi setiap hari berturut-turut. Kerabat, teman dekat dan orang2 yang pernah dikenal banyak berpulang lebih dulu. Tua muda, tak mengenal usia. Juli menjadi bulan terberat bagi mereka yang kehilangan orang-orang terkasihnya. Bulan dimana ujian keikhlasan itu diujikan kepada Nabi Ibrahim, bukan semata untuk menyembelih putranya, melainkan untuk menguji di batas mana rasa kepemilikan itu mampu Nabi Ibrahim tundukkan. Dan atas izin-Nya, Nabi Ibrahim merelakan putranya untuk disembelih tanpa ada keraguan sedikitpun. Maka menyaksikan kesungguhan Nabi Ibrahim, Allah mengganti wujud Nabi Ismail menjadi seekor kambing. Bukankah, dari sini kita belajar, bahwa segalanya adalah milik Allah. Dan segalanya kembali kepada Allah. Dan kita? Sungguh tidak punya apa-apa. Terkadang diri lupa, dengan titipan yang dilebihkan, merasa bahwa sepenuhnya adalah miliknya. Hingga tak jarang, lupa siapa pemilik yang sesungguhnya.

Minggu, 01 Maret 2020

Sing Lumrah

Angudi lathi anggone ngracik ukara
ngalembana lan mbebungah ati,
anyingkiri tetembungan,
kang bisa milara ati.

Geneya, nalika padha ngendika
ora nganggo duga kira,
paugeran disasak,
mblarah tekan mrana-mrana.

Kamangka,
yen wong gawe luput,
kuwi rak ya lumrah,
ora gage-gage nibakke pangipat-ipat

"Dadiya banyu ora gelem nyawuk,
dadiya godhong ora bakal nyuwek."

Dudu kaya mengkono,
sing diarani paseduluran ya, ngger.




Samirono, 23 Februari 2020

Ketidak-lengkapan

Tentang bagaimana,
ketidaklengkapan itu menjadi sebuah aib 
di mata manusia,
perbincangan yang membuat kering,
dan terus menyiksa batin,
seolah hilang sudah rasa belas kasih
dan prihatin.

Standar kemuliaan,
yang tak lagi hadirkan sisi kemanusiaan,
seolah ketidaklengkapan itu,
layak dijadikan bahan candaan,
tanpa peduli dan menoleh pada apa yang ia rasakan,
sepi dalam kesendirian,
sendiri dalam kesepian,
sendiri menaklukkan kesepian.