Ku kira kita sangat dekat. Akan selalu ada ruang pemakluman untuk segala kekeliruan & kesalahpahaman yang terjadi.Ternyata tidak, aku sangat pemarah & pencemburu.
Dadaku sesak & sakit sekali, manakala melihatmu lebih dekat dengan yang bukan aku. Dan ceritamu menjadi lebih menarik dibanding denganku.
Aku cemburu berkali-kali, bahkan hanya soal pamit saat kamu hendak pergi. Apalagi bertanya dengan siapa, tentu aku tidak sekuat itu. Aku merasa kamu sudah terbiasa tanpaku. Dan tentu aku sedih sekali. Berpikir bahwa kamu membuatku sendiri dan merasa sepi.
Lama, mengajari diriku sendiri untuk menerima. Sampai aku meyakinkan diriku bahwa, aku juga harus berlatih agar terbiasa tanpamu. Karena melihatmu biasa saja tanpaku, aku menjadi semakin gigih.
Butuh waktu yang tidak sebentar, memang. Tapi sekarang, aku lega. Akhirnya aku bisa terbiasa tanpamu.
Maaf ya, membebankan segala kecewa & amarah kepadamu. Ya, karena aku mengira kita sangat dekat. Tapi aku salah, ternyata kita tidak seimbang.
Dan akhirnya begini lebih baik, aku tidak akan lagi bergantung padamu. Selamat berpisah, semoga tenang bahagia menyertaimu.