Apa bedanya, aku ini dengan parit-parit kosong di musim kemarau
berharap berangan, bertegur sapa dengan air-air itu;
tidakkah sama, aku ini dengan air di musim penghujan,
berlalu lalang dan tak jarang menjadi kambing hitam atas si banjir,
kesia-siaan..........
dimana letak benarnya aku ini?
seorang anak kecil, yang dahulunya pemberani
tapi sekarang tidak lagi;
merdekaku tertali oleh sakitku
mungkin sebentar lagi, dan mungkin tidak lama lagi
ingin menunjukkan betapa rasa sakit itu ada menyakitkan,
tapi, pada siapa?
dia?
mereka?
tidak akan pernah yakin!
aku enggan bila harus seperti
karbon monoksida;
yang nyaman dengan kesendiriannya tapi menjadi seorang polutan,
hanya ingin menjadi oksigen,
yang bisa bersapa halus dengan paru-paru
yang kemudian akan bercerita tentang anugerah hidup
yang Tuhan berikan;
tidak banyak, hanya ini.
0 komentar:
Posting Komentar