Senin, 06 Februari 2017

Sajak Pengantar

Aku pilihkan sajak pengantar
sebagai obat penawar
aku yang diam membujur
sudah berkali jatuh tersungkur
sembari bersenandung lirih
berharap luka itu memulih

Setiap kehilangan
adalah menyakitkan
terlebih yang sengaja tak berpamitan
pergi begitu saja
membisu tanpa pesan dan kata

Aku benci setiap kali
ia tiba-tiba kembali
meramu kata dan berkisah cinta semaunya
tanpa memberikan penjelasan
pada hati yang bertahun ia diamkan.

Setidaknya jadilah seperti petang
yang ketika beranjak malam,
ia selalu memberi pertanda
kaki langit berwajah semburat
yang terubung warna gelap,

Padamu, aku ingin berakhir.
tapi kini, inginku bersikeukeuh untuk mengakhiri,
hingga akhirnya kita adalah saling mengakhiri,
tanpa merasa dihianati.


0 komentar:

Posting Komentar