makilah sesukamu, semua yang terkira olehmu, bahwa itu salah, silahkan.... toh, pada nyatanya; pagar yang berdiri itu telah roboh, kini, berubah menjadi tebing yang sangat tinggi, membuatku mengerti bahwa akulah yang paling datar diantara yang menanjak tajam, memahamkan aku bahwa akulah yang paling berdebu diantara yang mengkilat.... terimakasih, atas ketegasan bahasamu yang menyadarkan siapa aku... berhenti mengagumimu, tidak berarti menghilangkan rasa hormatku padamu...
Aku menulis karena ingatanku melemah