Langsung ke konten utama

Simpangan

Luka hatiku mana lagi, yang kau dustakan?

penuh. sudah penuh.

Dan tapi, seremuk apapun itu sesungguhnya, aku harus terpaksa untuk tersenyum di depanmu. berbohong pada keadaan yang mengapit, seolah-olah memang tidak ada apa-apa. kita baik-baik saja (menurutmu).  setega itukah? sampai-sampai untuk berucap kata maaf pun (selalu sengaja) tidak kau sempatkan. apa yang salah?

jabatanmu yang menghalangi?
Demi Tuhan, aku sangat membencinya.

lagi-lagi kita bertemu di persimpangan yang sangat menjemukan bagiku (entah bagimu seperti apa).




--------------------------------------------------------------------------------------------------------

mengenalmu (boleh aku menyesalinya?)

Komentar