kewajibanku hanyalah sebatas cukup tahu dan bersyukur
bahwa hatimu sempat menyentuhku;
hanya aku tak ingin cukup tahu,
bahwa hatiku juga sempat mengenalmu;
andaipun kita nanti menjadi air dalam satu botol, katamu
aku tak ingin berangan-angan dahulu;
terlalu takut, terlalu penuh dengan sandi,
teka-teki tentang apa yang terjadi satu menit nanti,
aku dan kamu, belum tentu bisa memahami;
maaf,,,
aku tak ingin dulu berangan-angan tentang itu;
yang aku tahu, hanya bagaimana aku merapikan hidup yang layak untuk hidup nanti;
aku tak ingin berangan-angan tentang hati;
yang sering ku kenal menyakiti;
bukan salah hati, ataupun rusuk yang melindunginya,
itu adalah salahku sebagai manusia yang tak jarang menanggalkan hati
ketika bertemu dengan hati-hati kosong sepertimu;
bukan salah hati, yang sering ku kenal tersakiti;
itu adalah karena rentanya hati yang sempat kau cintai;
bahwa hatimu sempat menyentuhku;
hanya aku tak ingin cukup tahu,
bahwa hatiku juga sempat mengenalmu;
andaipun kita nanti menjadi air dalam satu botol, katamu
aku tak ingin berangan-angan dahulu;
terlalu takut, terlalu penuh dengan sandi,
teka-teki tentang apa yang terjadi satu menit nanti,
aku dan kamu, belum tentu bisa memahami;
maaf,,,
aku tak ingin dulu berangan-angan tentang itu;
yang aku tahu, hanya bagaimana aku merapikan hidup yang layak untuk hidup nanti;
aku tak ingin berangan-angan tentang hati;
yang sering ku kenal menyakiti;
bukan salah hati, ataupun rusuk yang melindunginya,
itu adalah salahku sebagai manusia yang tak jarang menanggalkan hati
ketika bertemu dengan hati-hati kosong sepertimu;
bukan salah hati, yang sering ku kenal tersakiti;
itu adalah karena rentanya hati yang sempat kau cintai;
0 komentar:
Posting Komentar