Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2012

Sabtu Malam

malam minggu, yang ku sebut hanya milikmu; terpasung di antara sisi tanduk yang pincang, hati ini... sabtu malam, yang ku  pastikan hanya malammu, luluh tersedia di sekitar retakan-retakan, ide ini... 1 malam sebelum malam senin, yang ku tuduh hanya untukmu, sedang tersungkur lemah di tepian, ruh sakit ini, malam yang berbeda menurutmu, bagiku tetap biasa saja... persimpangan di perempatan, sadis... wewenangku tak ada andil untuk menyatakan keberadaanmu ooohh, 2 malam sesudah malam jum'at, malam yang singgah di malamku, miris,

Kurikulum Bata-bata

Sejatinya, pendidikan tidak hanya berhenti pada berapa nilai matematika, fisika, kimia, atau biologi. Prinsip pendidikan yang bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, memiliki andil yang sangat besar dalam upaya perwujudan kesejahteraan hidup rakyat Indonesia. Kurangnya sumber daya manusia di Indonesia sering kali dijadikan dalih untuk menempatkan mereka cukup sebagai “buruh”, padahal potensi alam di Indonesia ini, semestinya adalah hak kita untuk mengelolanya, bukan mereka, orang asing yang sering kita sebut investor itu. Bertolak dari itu, adalah fakta yang sangat memprihatinkan tentang dunia pendidikan di Indonesia bahwa kita sedang terjajah kebodohan dan gagap ilmu pengetahuan, walaupun pada kenyataannya negara kita adalah obyek terbesar pasar teknologi dunia. Ironisnya, mayoritas dari kita hanyalah sebagai pengguna saja, sedangkan sangat kecil prosentasenya yang berusaha mengembangkan ilmu teknologi. Semua itu akibat dari terbatasnya kompetensi sumber daya ...

Födelsedag

Usia adalah tanda waktu seberapa kuat kita menjalani setiap lini kehidupan, dengan melalui berbagai usaha, proses dan hasil yang kita dapatkan. Adalah wajar ketika banyak orang yang begitu antusias mengelu-elukan penghargaan tepat di hari lahirnya, bukan apa-apa memang, hanya saja keberartian seseorang akan sangat terasa ketika keberadaannya diakui oleh orang lain, setidaknya dengan mengucapkan selamat itu saja sudah mewakili perhatian kita untuknya.  Ulang tahun;  ritual meniup lilin, memotong kue dan make a wish, tidak ada perubahan yang begitu mencolok, setelah diamati. Dari saya dulunya gemar bermain bola, sampai kembali cinta boneka, lagu ulang tahun pun kedengarannya juga masih sama, seperti ada filosofi yang asik untuk dibahas di sini, dan saya rasa itu benar. Kenapa kehilangan umur malah dirayakan? Diberi kado, surprise atau kalau nggak sekejam-kejamnya diceprotin tepung+telur yang baunya agak ga enak terus minta ditraktirin makan,,, benar-benar bodo campur ra...

Tentang Sekarang

2/22/2012 4:40  PM Tidak pernah ingin bercerita tentang ini sebenarnya, tapi sudahlah untuk memenuhi permintaan & sekedar berbagi dengan teman-teman SMP. #halah Mulai dari rasa canggungku membalas senyum orang-orang hebat di sekelilingku sampai dengan tidak bisa menyapa dengan seharusnya. Semua itu berawal dari ketakutan . Ya, ketakutan yang selama ini bermanja-manja dalam diriku terlalu lama. Oh, sakitnya bila itu diulang kembali. Aku tak pandai menulis tentang segala hal yang mereka sebut indah itu, hanya saja aku tak ingin bersibuk dengan itu, aku hanya sedang sangat ingin bercerita tentang sebuah keadaan yang seandainya juga dialami oleh sahabat-sahabatku di luar sana. bertanpa dengan hati, semoga tak ada lagi orang sebodoh ini suatu saat nanti, orang lemah yang dengan mudahnya dilemahkan oleh keadaan yang melemahkan, anak kecil yang papa, yang begitu saja menerima kemiskinannya, kata-kata ini hanya sebuah alibi kosong yang sebenarnya tak perlu diuraikan jika hany...

Tentang Nanti

sedikit membayangkan, bagaimana esok hari bertemu muka denganmu. menundukkah? bersembunyikah? atau menatap enggan senyummu? #belum ku pastikan aku tak ingin berlama-lama berkeluh kesah tentangnya di sabtu ini, aku hanya ingin membuka cerita yang sedari awal ku kenal bijaksana. yang mengajarkan aku mengucapkan shofang ka'annahum; ku ingat betul  sangat  tertata rapi bahasanya. masih belum berani aku memanggil namanya, memandangnya pun ibarat di dasar laut yang sedang tertutupi karang yang sangat besar. karang? iya, aku menyebutnya karang. apa yang ada di dalam dirinya, belum aku kenal sepenuhnya. ya anggap saja, seperti persahabatan siput dan kupu-kupu. si siput selalu malu untuk disapa, sementara si kupu terlalu merdeka dengan hidupnya di angkasa sana. babak cerita belum dimulai, bahkan diceritakan saja belum, kita tunggu saja apa yang akan terjadi nanti.  ---- jalani saja dulu,,,

Ingin Menjadi Adikmu

seperempat dari setengah yang kau tawarkan; adalah beruntung aku mendapat separuh dari seperempat yang ku minta; salahpun bermula, bagaimana harusnya untuk memintamu sedikit mendengar, bahwa yang terjadi adalah penjelasanku yang berbeda dengan pemahamanmu; aku tahu, aku lebih pagi darimu, tapi setidaknya sempatkan aku untuk mengerti siangmu; terlalu berlebihkah? sedikit membawaku ke ranahmu, aku mengagumimu, tidak lebih dan tidak kurang, itulah porsiku sebagai adik yang ingin belajar darimu, hanya itu, hanya itu; bagaimana harusnya aku untuk menjabat tanganmu, sesungguhnya aku pun tak tahu, semua biru, semua ungu, semua hitam,,,, terang, remang, gelap,, gelap, gelap bahkan untuk menyapa siangmu terasa kaku.. benar-benar kaku, karena kini aku kau sebut musuhmu,,

Bukan Salah Hati

kewajibanku hanyalah sebatas cukup tahu dan bersyukur bahwa hatimu sempat menyentuhku; hanya aku tak ingin cukup tahu, bahwa hatiku juga sempat mengenalmu; andaipun kita nanti menjadi air dalam satu botol, katamu aku tak ingin berangan-angan dahulu; terlalu takut, terlalu penuh dengan sandi, teka-teki tentang apa yang terjadi satu menit nanti, aku dan kamu, belum tentu bisa memahami; maaf,,,  aku tak ingin dulu berangan-angan tentang itu; yang aku tahu, hanya bagaimana aku merapikan hidup yang layak untuk hidup nanti; aku tak ingin berangan-angan tentang hati; yang sering ku kenal menyakiti; bukan salah hati, ataupun rusuk yang melindunginya, itu adalah salahku sebagai manusia yang tak jarang menanggalkan hati ketika bertemu dengan hati-hati kosong sepertimu; bukan salah hati, yang sering ku kenal tersakiti; itu adalah karena rentanya hati yang sempat kau cintai;

Saya Ada

sedang membawa pagi untuk tidak bermalam hari ini, berkelok-kelok menelusuri siang yang panjang, bahkan sorepun nyaris terlihat, tidak ada yang tidak biasa untuk rentetan rutinitas ini, waktu berceceran, ide terbagi berkala dan kemudian disusul dengan daftar catatan berantakan; ingin seperti daun-daun itu, menjadi yang luwes dan merdeka, walau kadang rotasi membuatnya purna dan berganti, tapi itulah hidup, yang tidak hanya akan berpagi ataupun bersiang, adakalanya dia berhak menjadi sore dan mengubahnya menjadi malam, hanya yang membuat berbeda adalah apa yang sudah di buatnya ada di hari ini, hal yang sebelumnya terasa sulit terjamah, sekarang benar-benar bersahabat untuk hari ini dan seterusnya, saya paham" bekerja" akan membuat saya cukup menguras tenaga,  tapi dengan begitu saya tahu, bahwa kelelahan itu mampu menyatakan 'saya ada'

Musuh Kita

Iblis berkata kepada Robbnya, "Dengan keagungan dan kebesaranMu, aku tidak akan berhenti menyesatkan bani Adam selama mereka masih bernyawa." Lalu Allah berfirman: "Dengan keagungan dan kebesaranKu, Aku tidak akan berhenti mengampuni mereka selama mereka beristighfar". (HR. Ahmad)  kau yang terlalu peduli pada kelemahanku,  mengurung segala kesusahanku, menggantikannya dengan kesenangan yang sangat begitu menipuku, lantas bagaimana aku menyebutmu? konspirasimu membuat samar jiwa keTuhananku, menyamankan aku untuk menanggalkan tanggungjawabku sebagai hamba-Nya, haaaahhhh,,,,  intervensimu terlalu berkuasa, hampir saja aku tergoda untuk bernego denganmu, pergi, pergilah....  aku cukup tahu bahwa Tuhanku telah mengizinkanmu, tapi adalah hak-ku untuk tidak berkompromi denganmu;