Selasa, 05 Februari 2013

Jarum atau Duri? sama saja?

Banyak yang bilang, cinta bertepuk sebelah tangan itu menyakitkan. Emmm, bisa jadi memang benar begitu. Bukankah manusia biasa itu penuh pamrih? I think begitu lah. 

Seperti telapak kaki yang tertusuk jarum atau duri. Semakin membiarkannya tertancap di dalam kulit karena takut mencabut, maka susah bagi kita untuk mengajaknya berjalan. Bahkan belum mulai menginjak tanah pun,  rasa sakitnya berkecamuk di dalam otak. Parahnya, jika luka itu dibiarkan tanpa ada keberanian kita untuk mencabutnya, kulit itu akan membusuk sia-sia.  

Sebaliknya, jika kita memilih untuk mencabutnya. Benar, akan terasa sangat sakit di awal, tapi bukankah itu menjadi lebih baik? Meskipun, bakal sakit juga bila dipakai untuk berjalan. Hanya saja, kesempatan untuk sembuh dan pulih, mendapatkan kulit yang baru akan menjadi lebih cepat kan?
Yakinlah, ini hanya jalan batuan terjal yang wajib dilewati untuk menaikkan peringkat. 

CUKUP ALLAH BAGIKU
Memang harusnya begitu kan? 

Kenapa harus merasa sendiri setelah kehilangan seseorang yang sangat dicintai? Ku jawab: itu manusiawi, karena aku masih manusia. Ya, selama aku dan sekitarku mempercayai bahwa aku masih berwujud seorang manusia, bukankah hal yang wajar jika kata "manusiawi" itu disematkan padaku. 
Terkadang, kita memang perlu mengungkapkan apa yang kita rasakan, karena itu perlu! Dia perlu tahu, apakah kita merasakan hal yang sama seperti apa yang dia rasakan (aduuuh malah bahas apa sih). Setidaknya, adalah ungkapan pujian yang tertinggi, when you say that you love him... 

tapi ingat pesan Aa Gym ya:
"Tak setiap ingin bicara harus langsung dikatakan..Sebaiknya periksa hati, apa niatnya ?"

0 komentar:

Posting Komentar