Kita terlanjur sibuk dengan suatu hal yang tidak penting. Banyak hal yang hanya membuang waktu dan mengabaikan daya otak kita. Semua itu karena kita terlalu sabar dengan kelambanan dan penyiksaan batin yang menahun. Sering salah mengartikan bahwa ini adalah zona aman, padahal sesungguhnya ini adalah duplikat baru dari penjajahan. Mau atau tidak, inilah generasi yang kita hadapi. Generasi Z yang sudah cukup akrab dan berbaur damai dengan persoalan-persoalan yang complicated. Pernah dulu sebuah ungkapan mampir di telinga, “kita ini seperti duyung, modern masih ketinggalan, tapi untuk disebut njawani sudah tidak mampu lagi mengindahkan budaya timur kita”. Ya, polemik sebuah kata mutiara yang sempat terpajang di dinding kelas waktu dulu, “ambillah ketegasan untuk satu keputusan”. Cukup sulit memang, tapi untuk sebuah perubahan why not *dahi agak naik? Dan lagi tidak jarang mendengar senjata ampuh ini: kalau bukan diri kita yang memulai lantas siapa? Waow, sindiran yang bernada motivasi ...
Aku menulis karena ingatanku melemah