Saat aku ingin menangis, izinkan aku untuk memeluk bayanganku sendiri. Berkali-kali menegaskan pada diri sendiri: Allah cukup bagiku. Entahlah, memang sedang ingin kembali pada masa yang dikehendaki. Hari ini memutuskan untuk nggak belajar bareng sama jyestha, belum sempat juga beliin anak itu coklat. Memberinya PR untuk membuatkan puisi. Ya, begitulah, ada 3 amanah organisasi kampus yang membuatku sempat bolak-balik, meskipun hanya 2 amanah yang terjamah. satunya? ilang. Sesuatu yang harus memaksa otak untuk mengingat, mencatat dan merencanakan. Kadang berfikir, Allah sedang bercanda padaku. Anak sekecil ini harus berhadapan dengan amanah yang sebesar ini. Bagiku ini terlalu baik Ya Allah untukku. Merasa tidak pantas dan sejenis pengutaraan maksud yang melemahkan. Tentang air mata yang kering 3 tahun lalu. Ketika teman-teman seusiaku memilih lebih dulu, aku hanya terdiam. Terlalu lama mempertimbangkan dan akhirnya hanya terpasung di balik jeruji keminderan yang me...
Aku menulis karena ingatanku melemah