Pada awal musim penghujan ini, ketika kita terpaksa harus melewati jalan yang banyak pohon jati di sekelilingnya, maka kita harus waspada dan menyiapkan mental yang cukup kuat. Bukan apa-apa, hanya saja kita akan menghadapi kawanan gegremet yang akan cukup membuat histeris jika mereka (ulat jati) berhasil menjatuhkan diri lalu menempel di baju kita. Tidak hanya menggelikan atau bahkan menjijikkan, tetapi juga mereka akan meninggalkan sebuah kenangan yang berupa noda di baju kita, kami orang Jawa sering menyebutnya oweh uler. Bagi sebagian masyarakat Gunungkidul, musim ulat jati ini adalah sebuah berkah bagi mereka. Karena tak lama setelah itu, ulat yang semula menjijikkan itu akan menghasilkan pundi-pundi rupiah mana kala sudah berubah menjadi kepompong ( enthung ). Kandungan protein yang tinggi dan rasa yang lezat bagi para penikmatnya, menjadikan harga jual enthung jati ini cukup mahal. Di awal tahun 2019, harga enthung jati pernah mencapai Rp 120.000/kg mengalahkan harga ...
Aku menulis karena ingatanku melemah