Rabu, 02 Oktober 2013

Rindu

Begitulah, rindu yang tidak pernah diberikan celah untuk menembus dinding-dinding hati yang dirindukannya. Melukai. Iya, dia akan berjuang sekuat tenaga, untuk melukai.

Hati seorang mana yang berterima, jika beratusan kali si tuan mengatakan cinta, sementara jauh di alam dasar imajinasinya, tak sedetikpun ia mengakui cinta ada dalam hatinya.

Jadi, tak perlu menunggu kemarau kan untuk menjadi kering?

Memang, jika saling berterima: kerinduan itu adalah sebatas kau mau mengungkapkannya dan semuanya akan selesai.

Tapi persoalannya adalah bagaimana jika rindu itu hanya bersemai di lahan tandus yang tak seorang pun mau menolehnya?

apalagi yang dirindukannya, sekelilingnya saja enggan menoleh dan menyantuninya.

Rindu...

biarlah rindu itu kembali merindukan pada Tuhannya.

0 komentar:

Posting Komentar