Kamis, 21 Juni 2012

Sendiri, ya... hanya sendiri

merebahkan angan di bawah kaki langit,
sendiri, hanya sendiri
diantara larik gulungan tikar
mengeja huruf satu demi satu

ingin menyebut kurang, tapi terasa sangat penuh
menatap keanggunan malam-Mu
yang tidak mungkin bisa ku jabarkan dengan indah
seperti kerlipan benda-benda yang telah menjadi wakil keindahan-Mu,
hanya helaan nafas panjang yang ingin aku serahkan

sendiri, ya... hanya sendiri

5 jam bermalam dengan 4 jam perjalanan,

entahlah, semua terasa sangat begitu ringan
ringan, ya.. ringan
mungkin karena rindu yang menikam rasa kaku batinku yang terlanjur tak bisa ku reka
sendiri, ya... hanya sendiri

menyewa 1 malam, walau hanya 5 jam untuk mendekap hangat tubuhnya
Ya Rabb, sempat 2 jam lalu aku mengeluh & merasa berdosa
karena kuasa-Mu yang menitipkan aku kepada kedua orang yang begitu mencintaiku

maaf, jika aku telah menyemaikan luka di hati keduanya,
merasa gagal dengan yang telah aku lakukan selama 9 bulan ini,
Ayah......
Ibu.......
beruntungnya menjadi anakmu, bahagianya menyebutmu

sayang........
sedihnya belum bisa membahagiakanmu.....