Minggu, 22 Januari 2012

Selalu saja

tiba-tiba selalu saja,,, seperti siput yang malu disapa
selalu saja, hening dan bersembunyi di balik cangkangnya
matanya terbelalak tajam dan menenangkan,
selalu saja, aku merindukannya...
bolehkah, cukup memanggilmu kakak?
adikmu ini ingin belajar tentang airmata kehidupanmu,
bukan apa-apa sekali lagi,
hanya ingin belajar tentang bahasa kasihmu yang memberi arti di sepertiga perjalananku
senyum seratus metermu sempat tak terkenali,
mendekat perlahan meraih jabat halus tanganmu,
Tuhan, sempatkan aku belajar dengannya


Senin, 16 Januari 2012

Sendiri bergumam

Berat hati untuk bersuara
Bersahabat dengan ketakutan tak didengar
Hanya aku yang terbawah di sini

Tak genap memanggilmu
Sesudah tanyaku tak lagi berjawab
Mencoba berlapang hati memilah kombinasi paradigma;
Antara baik buruknya prasangka
Cukup hati merasakan
Sekalipun adalah keharusan untuk diceritakan….
Berfikir tentang aku, melamun tentang dia, kami dan mereka

Entahlah,,,,dalam layu ku menggumam
 

Bersama sedih, air mata berhak untuk mengalir
Bagaimana tidak,,,,,

Tak ubah memahami siapakah ‘aku’?


Dalam hati yang ku tanya, cukup lelah yang menjawab
Gerah langkahku tak bersuara hingga ku biarkan
bosan mengurung ruang merdekaku
hingga hati tak cukup mampu merayu

membiarkan ia merasuk
menembus bias celah-celah keresahanku..

Terbentur teori


Dalam diam ingin ku bersuara,
tanpa harus bernego dan menyela
apalagi terbentur oleh batas-batas fakta dan opini
yang membuatku gerah dan menyiksa;

dalam sendiri ingin ku bercanda,
tanpa harus berfikir siapa saja yang tertawa,
kau kira nyaman dengan kebohongan yang ku ciptakan sendiri???
Ku pikir, tidak cukup adil untuk mengatakan ini
Prasangkamu , aku, dia dan mereka hanya cerita lalu,
yang sedikit mungkin tak akan tersentuh lagi

teringat jelaspun rasanya hampir mungkin
itu hanya ceritaku sebagai manusia,
yang lebih dekat denganku saja,
lima detik setelah ini misalnya , aku pun tak tahu

ibarat mencari segelas garam di tengah laut asin, mungkin;

untuk mengakui indahnya nikmat dalam sedihmu
kau bilang, tidak semudah rumus phytagoras atau logaritma???
semua itu telah dikehendaki-Nya, teman
hanya, bagaimana aku dan kamu merapikan hati sekarang….