Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2012

Selalu saja

tiba-tiba selalu saja,,, seperti siput yang malu disapa selalu saja, hening dan bersembunyi di balik cangkangnya matanya terbelalak tajam dan menenangkan, selalu saja, aku merindukannya... bolehkah, cukup memanggilmu kakak? adikmu ini ingin belajar tentang airmata kehidupanmu, bukan apa-apa sekali lagi, hanya ingin belajar tentang bahasa kasihmu yang memberi arti di sepertiga perjalananku senyum seratus metermu sempat tak terkenali, mendekat perlahan meraih jabat halus tanganmu, Tuhan, sempatkan aku belajar dengannya

Sendiri bergumam

Berat hati untuk bersuara Bersahabat dengan ketakutan tak didengar Hanya aku yang terbawah di sini Tak genap memanggilmu Sesudah tanyaku tak lagi berjawab Mencoba berlapang hati memilah kombinasi paradigma; Antara baik buruknya prasangka Cukup hati merasakan Sekalipun adalah keharusan untuk diceritakan…. Berfikir tentang aku, melamun tentang dia, kami dan mereka Entahlah,,,,dalam layu ku menggumam   Bersama sedih,  air mata berhak untuk mengalir Bagaimana tidak,,,,, Tak ubah memahami siapakah ‘aku’? Dalam hati yang ku tanya, cukup lelah yang menjawab Gerah langkahku tak bersuara hingga ku biarkan bosan mengurung ruang merdekaku hingga hati tak cukup mampu merayu membiarkan ia merasuk menembus bias celah-celah keresahanku..

Terbentur teori

Dalam diam ingin ku bersuara, tanpa harus bernego dan menyela apalagi terbentur oleh batas-batas fakta dan opini yang membuatku gerah dan menyiksa; dalam sendiri ingin ku bercanda, tanpa harus berfikir siapa saja yang tertawa, kau kira nyaman dengan kebohongan yang ku ciptakan sendiri??? Ku pikir, tidak cukup adil untuk mengatakan ini Prasangkamu , aku, dia dan mereka hanya cerita lalu, yang sedikit mungkin tak akan tersentuh lagi teringat jelaspun rasanya hampir mungkin itu hanya ceritaku sebagai manusia, yang lebih dekat denganku saja, lima detik setelah ini misalnya , aku pun tak tahu ibarat mencari segelas garam di tengah laut asin, mungkin; untuk mengakui indahnya nikmat dalam sedihmu kau bilang, tidak semudah rumus phytagoras atau logaritma??? semua itu telah dikehendaki-Nya, teman hanya, bagaimana aku dan kamu merapikan hati sekarang….